Rabu, 30 Maret 2016

#moviereview : McFarland, USA




Pelampiasan terbaik setelah hari kerja yang melelahkan otak dan setelah cuplis tidur adalah dengan ongkang-ongkang kaki sambil menonton film.

Semalam ada film oke di HBO, judulnya McFarland, USA. Sayang, ketika saya mulai menonton sudah jalan hampir satu jam, karena berkali-kali switch channel dan melewati HBO karena tidak tertarik dengan judul film ini (dan ternyata bagus!)


**

taken from here



McFarland, USA
IMDb  7.4/10
Casts Kevin Costner, Maria Bello, Ramiro Rodriguez, Carlos Pratts

Bersetting tahun 1987 dan merupakan sebuah true story, film ini bercerita tentang seorang pria bernama Jim White (Kevin Costner) yang pindah ke sebuah kota bersama keluarganya ke sebuah kota kecil. White melamar pekerjaan sebagai coach di beberapa sekolah, dan terus gagal. Hingga pada akhirnya ia berakhir di sebuah sekolah berisi para imigran, sebagai pelatih lari lintas alam. White menjadwalkan latihan rutin untuk kelas lari lintas alam, namun sayangnya hal itu tidak berjalan mulus, mengingat mayoritas siswa selalu bekerja di ladang sepulang sekolah. Dan bekerja di ladang merupakan sebuah tradisi kerja keras turun temurun di lingkungan tersebut. Tidak ada impian lebih lanjut seperti mengambil pendidikan lebih tinggi. Berada dalam situasi itu, dengan susah payah White melatih dan memberikan pemahaman kepada mereka, tidak hanya tentang berlari namun sekaligus tentang krusialnya sebuah impian dan cita-cita.

Seiring waktu, dengan tangan dingin White sekelompok remaja belasan tahun ini semakin giat berlatih lari. Mereka digembleng secara fisik dan mental. Mereka juga semakin terdorong untuk dapat membuktikan kepada orangtua mereka bahwa cita-cita dan dunia luar itu sungguh ada, dan tidak hanya dari sepetak ladang saja. Hal yang berat, mengingat itu sama saja dengan mendobrak tradisi meladang yang ada di lingkungan tersebut. Semua orang skeptis, karena tidak pernah ada sejarah bahwa siswa di McFarland--yang notabene imigran--dapat memenangkan lomba lari. Jadi sebetulnya itu hanya sia-sia saja, begitu menurut sebagian besar warga disana. Plus White sang coach adalah kulit putih, dan minoritas. Apa yang dapat dilakukan seorang kulit putih disitu?

Singkat cerita, pembuktian kerja keras dan latihan mereka terbayar saat mengikuti perlombaan kualifikasi ke tingkat negara bagian. White berusaha memberikan keyakinan pada para remaja tanggung tersebut bahwa mereka pasti mampu lolos dalam babak kualifikasi. Dan berhasil.

Kisah yang sempurna ini pun nyaris berantakan karena ada insiden yang memaksa White untuk memilih antara tetap mengajar di McFarland dengan kehidupan keras di daerah tersebut dan terkesan tidak aman namun dengan ikatan persaudaraan yang kuat, atau memilih pergi dan menerima tawaran dari universitas di luar daerah tersebut.


**


Saya sangat suka film-film seperti ini. Premis sederhana, tidak bertele-tele dan dibuat-dibuat--mungkin terlalu mudah ditebak--namun seperti sebuah ketukan kesadaran. Tiap orang bisa berjuang dan sukses, yang mampu membedakan kesuksesan itu adalah seberapa besar ia menginginkan hal itu. So, just keep going :)




"It's not the size of the dog in the fight, Coach. It's the size of the fight in the dog." -- McFarland, USA















Tidak ada komentar:

Posting Komentar