Selasa, 13 Januari 2015

Let it fall


Inisialnya J.

Hampir setiap hari aku melihatnya menunggu lampu lalulintas beranjak menjadi warna kuning, kemudian hijau. Lalu dengan bersemangat ia akan mengayuh sepedanya, seakan masa depan tidak lagi ada.

Melihatnya seperti suntikan semangat baru, suatu perasaan nyaman yang seakan menegaskan : semua akan baik-baik saja.


**

Perempatan ini hanya memiliki sekian puluh detik berwarna merah, sebelum akhirnya berubah. 
Kadang, sedikit berharap warna merah ini berlangsung selamanya.
  

I thought that time was on our side
Ive put in far too many years to let this pass us by



Hari ini, sepotong hoodie merah marun membalut badannya. Sebuah pin U2 tersemat di bagian belakang tas yang warnanya memudar karena kena panas dan hujan silih berganti.

**

Ini adalah setengah jam tersunyi seumur hidup. 
Hanya ada sejumlah pikiran yang tak henti-hentinya berspekulasi di dalam otak. Udara dingin... ah, mungkin sudah menguap beberapa belas menit lalu, tertutup rasa gugup.

Kamu, ya kamu. Kamu yang biasanya hanya menjadi dia di persimpangan jalan, kini mendadak menjelma menjadi kamu. Ya, kamu. Kamu yang sejarak sekian puluh sentimeter di sebelah kanan.  



 And I dont know if its me or you
But I can see the skies are changing
No longer shades of blue
I dont know which way its gonna go



Hujan, bisa lebih lama bertahan?

**

Langit masih gelap karena mendung. Beberapa hari ini lampu merah di perempatan ini mati. Mungkin rusak. Mungkin tersambar petir. Atau mungkin, mungkin-mungkin yang lain.

"Hei, ayo pulang."

Hoodie merah nya tampak berbercak tetesan hujan. 

Let it fall, let it fall, let it fall
Please don't stop the rain








Tidak ada komentar:

Posting Komentar