Senin, 27 Mei 2013

Fight.



Beberapa orang dilimpahi keahlian untuk melakukan judgement tanpa dasar terhadap orang lain.
Beberapa orang lainnya hanya bisa menerima judgement busuk itu tanpa bisa memperjuangkan yang sebenarnya.
Atau bahkan tidak mau?

**

Saya sudah menghabiskan beberapa  gelas air putih ketika menuliskan ini di blog.
Kesal. Itu tepatnya.
Ada beberapa orang di sekitar saya yang coba-coba menjadi kekanakan, di usia mereka.
Moron.

**

Dear,
dalam hidup,  kamu harus belajar memilah 
mana yang bisa kamu dengar atau tidak bisa kamu dengar
mana yang masih bisa kamu perjuangkan atau tidak bisa kamu perjuangkan lagi

Kenapa?

Well, bahkan kamu masih mau bertanya kenapa?

lebih baik kamu kalah setelah kamu berjuang, sekecil apapun, daripada diam tanpa melakukan apapun dan hanya mengeluh PLUS menyalahkan keadaan.

Persetan omongan orang, sebodo teuing persepsi orang, karena kamu yang punya hidup.

Dan ketika kamu lebih sibuk memikirkan omongan orang yang bahkan hanya menjatuhkanmu?
Well, mungkin kamu hanya pantas menjadi budak mereka.




Just fight it, please.




Selasa, 21 Mei 2013

Mood booster ?



Great bad mood in the world.


cup of tea, bitter and bitter

a slice of sweet donut in the midnite

fresh cake from the oven for the lovely one
 
delivery 'ayam saos rica' for brunch *hungry*
 
 
most of all, I called 'em mood booster
:: hate my day ::
 
 
 
 
 

Selasa, 07 Mei 2013

Cih happened




Jika mulai menulis, bisa dipastikan suasana hati sedang tidak menentu *cih*

**

Menyimpan sesuatu yang sangat mengganjal di hati benar-benar berpengaruh ke pikiran. Tidak percaya, hei penganut logika? 

Everyone with each problem.
Everyone without emphaty

Random.

S, kalau semua orang punya empati pasti tidak ada yang namanya penjahat
S, jika semuanya pengertian, pasti semua orang sudah hidup dengan damai sentosa.

Masalahnya adalah tidak ada orang yang benar-benar pengertian kecuali...
Diary bodohmu waktu SD,
Kucing mu yang mengeong saat kau menangis,
Blog mu yang menjadi pelampiasan semua jenis emosi yang bahkan tidak terdefiniskan,
dan...
dirimu sendiri

So S,
just wake up and stand in the ground, alone






Kamis, 25 April 2013

Cavingman



Kadang-kadang mikir, jadi manusia gua itu menyenangkan. Ada bahaya, ada kegelapan, tinggal masuk gua, tutupi pakai batu raksasa. Case closed. Huft

*random
*stressed-out

Hik.

Sabtu, 30 Maret 2013

Foodtographsmic




Saya mudah sekali spanneng. Untuk semua aspek kehidupan. Lalu, bagaimana cara menetralisirnya? 

Foodtographsmic

Well, itu adalah istilah konyol yang saya ciptakan.

Makanan dan foto. Food dan photography.

**

Duck-hunter.
Semenjak tinggal di Bekasi, saya agak rajin berburu bebek sebagai alternatif terapi kala stres. Kenapa bebek? Karena saya mencari sambalnya yang nampol. Dan biasanya sambal yang nampol tepat berpadu dengan bebek. Ada beberapa kasta bebek--berdasarkan kolaborasi sambal + bebek :


BEBEK H.SLAMET, Bekasi
Di urutan pertama adalah H. Slamet. Awal mula saya menggemari bebek adalah karena brand ini. Apa yang jawara? Sudah tentu adalah sambal korek nya. Bebek H. Slamet langganan saya di Bekasi adalah di M. Hasibuan, alasannya adalah karena even jam 20.00 kesana pun pasti masih ada stok bebek. Berbeda dengan di Galaxy yang selalu sold out. Menu andalan : paha atas + tahu + sambal korek 2.




BEBEK SALSABILLA, Cikarang
Urutan kedua adalah Salsabilla. Bertempat di wilayah Jababeka 2 (tepat di sebelah Bebek Pak Ndut), Salsabilla adalah sebuah tempat makan kaki lima, hampir mirip H. Slamet lah untuk rasa dan sambalnya. Menu andalan : paha atas + sambal korek + kol goreng.



BEBEK WARIS, Bekasi
Bertempat di daerah Jl Raya Pekayon 18, saya baru satu kali kesana. Dan so far, enak! Hehehe. Sambalnya rate nya masih biasa. Sayangnya, karena ramai jadi ordernya lama sekali plus tempatnya agak kotor meskipun tergolong rumah makan dengan bangunan yang bagus. Untuk menu andalan, belum bisa dijustifikasi karena baru sekali kesana, Tapi yang jelas, mendoannya patut dicoba.





BEBEK PAK NDUT,Cikarang
Hampir selevel dengan H.Slamet. Beda jenis sambal saja. Untuk Bebek Pak Ndut ini, sambalnya relatif agak manis di lidah. Menu lain yang jadi favorit saya adalah dimsum yang juga di jual disini. Enak!




BEBEK BENGIS,Bekasi
Satu area dengan Waris, Bebek Bengis juga bertempat di (depan SPBU Pertamina Pekayon). Yang juara dari tempat ini adalah kuantitasnya. Untuk harga yang hampir relatif sama dengan menu bebek kebanyakan, jumlah yang ditawarkan Bebek Bengis ini adalah menggiurkan, apalagi buat saya yang suka kalap dengan kuantitas. Hahaha. Untuk sambalnya saya tidak terlalu suka karena cenderung manis.



BEBEK ELLA, Bekasi
Masih sama-sama di daerah Pekayon, Bekasi Barat, Ella ini berbeda genre dengan rekan-rekannya. Manis-pedas-nampol. Itulah kesannya. Pedasnya bukan dari kesan pertama, namun di tengah-tengah ritual makan. Beuhhh.... meskipun manis, tapi tetap ada unsur gurihnya. Bebek Ella ini adalah bebek goreng berselimut sambal. Sambalnya memang tidak dipisah seperti bebek kebanyakan. Kalau menurut bahasa saya, sih... macam bebek balado. 



So...tetap ya, dua posisi teratas adalah Slamet dan Salsabilla. Slamet ketika saya sedang di Bekasi, dan Salsabilla ketika saya visit kerjaan di Cikarang. Hehehe. Oya, seluruh pic di atas saya ambil dari Google, karena saya suka malas kalau harus foto-foto makanan sebelum makan.

**

Entah sejak kapan, judulnya saya jadi suka narsis sama kamera. Saya tergolong orang yang cukup egois, dan lebih suka difoto daripada memfoto. Daripada mengambil shoot objek hidup seperti manusia, saya lebih suka mengambil objek lain di luar manusia. Egois ya? Biar.

Beberapa waktu yang lalu, untuk kesekian kalinya saya kembali ke Kota Tua. Tempat itu benar-benar everlasting buat take some pics. Here we go, amateur!


























After all, even hasilnya luarbiasa amatir, tetap saja ini adalah terapi pribadi. Tee-hee.







WHYs






"Overdosis 'kenapa' bisa membunuh hubungan. Jadi, telan saja dengan diam dalam hati, sampai rasanya pahit dan kamu tidak sanggup melakukan hal lain kecuali memuntahkannya keluar." - Septarina, 2013





Jumat, 22 Maret 2013

Good one or bad one



"Kenapa kamu baik sekali?"

Kenapa baik?
Ada alasan sampai seseorang harus mempertanyakan orang lain untuk berbuat baik?
Saya rasa, tidak.

Me and all my friends
We're all misunderstood
They say we stand for nothing and
There's no way we ever could

**

Waktu saya SMP, ada satu teenlit unik yang sangat saya suka. Judulnya Stargirl, authored by Jerry Spinneli. Seorang anak pindahan ke sebuah SMU di Arizona. Plot ceritanya sebenarnya simpel, tapi saya benar-benar mendapat inti 'ketulusan' dalam cerita tersebut. Mobil makan siang, merayakan ulangtahun anak-anak yang beritanya masuk ke koran lokal, membelikan satu dua orang tunawisma sandwich. Konyolnya, kebaikan Stargirl yang rada nyeleneh itu, justru dianggap hal yang tabu. 'Tidak seperti kebanyakan.'

The next question is,
Haruskah menjadi kebanyakan?

Well, berbeda itu adalah biasa. Bahwa berbuat baik juga bukanlah yang aneh, sebenarnya. Sayangnya, di dunia ini lebih banyak orang idiot yang harus berpikir seribu kali untuk berbuat baik. Takut kebaikannya disalahgunakan, alasan yang paling cere. Jangan berbuat baik deh, kalau hanya berharap pamrih tertentu. 


She was today. She was tomorrow. We tried to pin her like a butterfly to a cockboard, but the pin wenthrough and away she flew -- Arizona to Stargirl

Sebenarnya atas dasar alasan apa, 'baik' menjadi anomali dan 'jahat' menjadi lumrah? Well, we're just live in this stupid world


**

Waktu kecil, Ibu saya selalu mengajarkan bahwa balas dendam bukanlah hal yang perlu kita 'tahu'. Siapapun silakan tidak suka atau tidak sependapat. Namun itu bukan alasan untuk balas dendam. Ada karma. Ada Tuhan, jika kamu percaya. Bukan dendam yang harus dikembangkan kalau kamu tersakiti, tapi legawa, dan nothing to loose. Ada masanya, semua akan kembali pada tatanannya. 

It's hard to beat the system
When we're standing at a distance
So we keep waiting
Waiting on the world to change 


Ketika semua orang terlalu sibuk dengan dirinya yang harus disenangkan, ketika kita memilih untuk tidak egois. Just keep waiting, waiting on the world to change. Kamu memang bukan Superman yang harus menyenangkan semua orang, namun tidak perlu menjadi Superman untuk berbuat baik.